Menyeruput kopi kesukaan dengan sepiring roti bakar
Dan kau tahu, dia preman
Tidak marah, tidak menuntut.
-----
Menyeruput kopi kesukaan dengan sepiring roti bakar
Dan kau tahu, dia anak sekolah yang membolos
Ia menumpahkan kopimu dan menjatuhkan rotimu
Kamu pasti marah benar.
Mencaci maki, seraya menuntut.
-----
Ternyata pemarah itu bukan sifat.
Itu sikap, dan sikap adalah pilihan.
Kita bisa memilih mau marah, atau tidak
Kita bisa memilih mencaci maki, atau mengikhlaskan
Begitu pula dengan sikap buruk lainnya.
Pemalas, pembenci, pembohong, dan kawan-kawannya..
Itu semua pilihan yang bebas dipilih.
Hanya bergantung kepada pertimbangan kita memilih
Dan pertimbangan itu bergantung pada motivasi
Apakah ia preman berbadan besar?
Ataukah ia anak sekolah bertubuh kecil?
Seringkali gue nge-twit begini:
"Kerjaan itu kelar kalo dikerjain..."
Mungkin jika dilanjutkan:
"... Setelah memilih untuk tidak menjadi pemalas"












