Bumi

Hujan sore tadi cuman sedikit. Sekedar membasahi dedaunan, terus jatuh ke tanah di kaki pohon. Angin pun hanya sederhana mengalun. Semaunya. Belum terlalu kuat buat menceraikan daun dari tangkainya. Lemah, kayaknya dia udah lelah bertiup sepanjang hari.

Hari itu hari minggu. Hari dimana semua rasa malas berkumpul jadi satu. Dimana semangat lebih sedikit dari biasanya. Mata lebih berat dari biasanya. Kaki yang lebih kaku dari biasanya. Dan upil lebih banyak dari biasanya. Sehingga ngupil lebih sering dari biasanya. Yang menyebabkan kamar lebih kotor dari biasanya. Jorok sekali.

Tapi justru upil itulah yang jadi latar belakang munculnya blog aneh ini.

Gue pikir daripada gue sering-sering ngupil, terus lobang idung gue tambah gede, terus bukan upilnya yang abis tapi malah idung gue yang infeksi, mendingan gue nulis sesuatu. Itung-itung mempergunakan jari-jari ini untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Itu.

Awalnya gue ga yakin bisa nulis blog. Dan ternyata keraguan gue benar adanya. Sejarah membuktikan bahwa blog ini idup mati idup mati mati mati idup mati mati idup. Lebih banyak matinya daripada idupnya. Kasian dia punya author kayak gue. Tapi gue udah bertekad, gue mau nulis lagi, tentang apa aja. Mulai dari cerita sehari-hari, puisi, lagu, pelajaran, jampi-jampi, pokoknya random deh. Apa aja asal gue bisa nulis. Apa aja asal telunjuk gue nggak mengarah ke lobang idung.

Nah, kenapa namanya Mimpi Selangit? Jadi gue itu sering banget tidur, sering banget mimpi. Gatau kenapa mimpi gue itu seru-seru. Kadang mimpi jalan-jalan, mimpi berantem, mimpi nikah, kawin, mimpi naik elang, mimpi jadi sopir, dan banyak lagi. Pokoknya di mimpi itu gue bisa ngapain aja, ngelakuin apa aja, jadi apa aja semau gue, terserah.



G
ue pernah mimpi naik pohon, pohon yang daunnya lebat, tangkai sama rantingnya kuat, akarnya kokoh, dan pohonnya terus tumbuh sampe setinggi langit. Gue suka mimpi itu. Seru.
Pengennya sih blog ini juga bisa seru. Seseru mimpi-mimpi gue, seseru khayalan gue yang setinggi langit. :)