Kamu sedang berada di warung kopi
Menyeruput kopi kesukaan dengan sepiring roti bakar
Menyeruput kopi kesukaan dengan sepiring roti bakar
Lalu ada seorang pria berbadan besar datang
Badannya besar benar, tinggi berisi
Dan kau tahu, dia preman
Dan kau tahu, dia preman
Ia menumpahkan kopimu dan menjatuhkan rotimu
Kamu pasti diam saja.
Tidak marah, tidak menuntut.
-----
Tidak marah, tidak menuntut.
-----
Kamu sedang berada di warung kopi
Menyeruput kopi kesukaan dengan sepiring roti bakar
Menyeruput kopi kesukaan dengan sepiring roti bakar
Lalu ada seorang anak kecil tanggung datang
Badannya kecil, tak sampai seketiak
Dan kau tahu, dia anak sekolah yang membolos
Ia menumpahkan kopimu dan menjatuhkan rotimu
Kamu pasti marah benar.
Mencaci maki, seraya menuntut.
-----
Ternyata pemarah itu bukan sifat.
Itu sikap, dan sikap adalah pilihan.
Kita bisa memilih mau marah, atau tidak
Kita bisa memilih mencaci maki, atau mengikhlaskan
Begitu pula dengan sikap buruk lainnya.
Pemalas, pembenci, pembohong, dan kawan-kawannya..
Itu semua pilihan yang bebas dipilih.
Hanya bergantung kepada pertimbangan kita memilih
Dan pertimbangan itu bergantung pada motivasi
Apakah ia preman berbadan besar?
Ataukah ia anak sekolah bertubuh kecil?
Seringkali gue nge-twit begini:
"Kerjaan itu kelar kalo dikerjain..."
Mungkin jika dilanjutkan:
"... Setelah memilih untuk tidak menjadi pemalas"
Dan kau tahu, dia anak sekolah yang membolos
Ia menumpahkan kopimu dan menjatuhkan rotimu
Kamu pasti marah benar.
Mencaci maki, seraya menuntut.
-----
Ternyata pemarah itu bukan sifat.
Itu sikap, dan sikap adalah pilihan.
Kita bisa memilih mau marah, atau tidak
Kita bisa memilih mencaci maki, atau mengikhlaskan
Begitu pula dengan sikap buruk lainnya.
Pemalas, pembenci, pembohong, dan kawan-kawannya..
Itu semua pilihan yang bebas dipilih.
Hanya bergantung kepada pertimbangan kita memilih
Dan pertimbangan itu bergantung pada motivasi
Apakah ia preman berbadan besar?
Ataukah ia anak sekolah bertubuh kecil?
Seringkali gue nge-twit begini:
"Kerjaan itu kelar kalo dikerjain..."
Mungkin jika dilanjutkan:
"... Setelah memilih untuk tidak menjadi pemalas"







Kol, inget besok ada Pe-eR, seraya aku bicara serius kepadanya.
ReplyDeleteYa, Pe-eR nya kapan dikumpulin?
Besok, jawabku.
Urusan besok adalah di esok hari dan hari ini ya untuk hari ini. Jawabannya lugas bak seorang kakek2 yang penuh pengalaman.